Sibuk, Tak Sempat Menulis

Fiuuuhh… pindah ke shift pagi jadi tidak punya kesempatan sama sekali untuk menulis!  Waktu terisi hanya untuk kerja dan kerja. Malah jarang duduk di depan PC sekarang, lebih sering ada di line produksi atau di ruangan meeting.

Namanya juga ngeblog di kantor, waktunya termakan oleh tugas dan pekerjaan karena memang harus tetap itu yang menjadi prioritas, bukan? Ingat tulisan ini?

Agar ngeblog lancar, sepertinya harus dilakukan di luar jam kerja nih. Dan karena sinyal wireless cukup kencang sampai ke apartemen, nampaknya bisa dimanfaatkan nih. Tapi ada masalah, ngga’ ada laptop, hahahaha…!! Berarti beli laptop dulu? OK deh, target barang yang harus dimiliki secepatnya!

Posted in Blog, Plan | Leave a comment

Ketika Aqidah Berbenturan Dengan Aturan Perusahaan

Minggu lalu sebuah email dari Human Resource Dept. berkenaan dengan pengaturan sembahyang Jum’at bagi karyawan laki-laki muslim. Sepintas membaca awal mulanya aku pikir bahwa yang diatur adalah jam keluar dari pabrik bergiliran mengikut pengelompokan yang dibuat. Tetapi setelah aku teliti lebih lanjut dan bertanya-tanya pada teman-teman lokal di sini, ternyata pengaturannya adalah untuk menggilir sembahyang Jum’at bagi kelompok-kelompok tersebut setiap minggunya. Jika minggu ini kelompok A yang pergi sembahyang maka kelompok B tidak. Demikian juga sebaliknya pada minggu depan ketika kelompok B pergi sembahyang maka kelompok A tidak.

Pengaturan ini sungguh mengejutkan untukku. Bagaimana sebuah perusahaan bisa mengatur seperti itu? Aturan Allah SWT bahwa sembahyang Jum’at adalah wajib bagi laki-laki muslim ‘diakali’ demi kepentingan perusahaan? Dan aku melihatnya juga dari sudut bahwa ini diterapkan di Malaysia, yang mayoritas penduduknya beragama Islam, bagaimana hukum dan undang-undang mereka bisa membiarkan ini terjadi?

Keterkejutan inilah yang mendorongku mengirimkan email kepada sesama rekan muslim Malaysia dan Indonesia yang bekerja di perusahaan ini. Sebuah email untuk mengingatkan bahwa aqidah Islam penting untuk ditegakkan dan tidak dapat dikalahkan hanya oleh sebuah aturan yang dibuat oleh pihak Human Resource perusahaan. Email lengkapnya sebagai berikut:

Astaghfirullah ‘aladzhiiim…

My dearest friend in HR and JHM-NJ,

Sungguh sangat mengejutkan bagi saya selaku seorang Muslim mengetahui bahwa aturan/rancangan manusia bisa lebih tinggi daripada aturan Allah SWT. Schedule sembahyang Jum’at ini adalah contoh nyata!

Saya tidak mengetahui latar belakang/background bagaimana arrangement seperti ini boleh dibuat. Saya juga tidak tahu apakah ada law/regulation dari kerajaan Malaysia (entah itu Manpower Dept, Persatuan Ulama Malaysia, JAKIM, Union, Raja Johor, etc) yang mendukung arrangement seperti ini. Tapi bagi saya, arrangement ini sangat sangat sangat tidak menghormati agama Islam.

Sembahyang Jum’at itu WAJIB hukumnya bagi laki-laki Muslim yang sudah akhil balikh. TIDAK BOLEH ditinggalkan!!!

Al Qur’an surah Al Jumu’ah ayat 9: Hai orang-orang yang beriman, apabila diseru untuk menunaikan sembahyang pada hari Jumat, maka bersegeralah kamu kepada mengingat Allah dan tinggalkanlah jual beli. Yang demikian itu lebih baik bagimu jika kamu mengetahui.

Jadi bagaimana aturan sebuah kilang/syarikat boleh mengatur seorang laki-laki Muslim untuk sembahyang Jum’at ON OFF seperti yang dibuat HR kita ini? Minggu ini sembahyang, minggu depan tak sembahyang, minggu depannya lagi sembahyang, minggu depannya lagi tak sembahyang dan seterusnya…..

Bukankah Rasulullah SAW telah menyampaikan bahwa meninggalkan sembahyang Jum’at 3 kali, maka padanya tiada lain selain munafik (Hadist riwayat Abu Daud dari Abul Ja’di Damai; Nailul Authaar 3:272)

Saya SANGAT TIDAK SETUJU dengan schedule sembahyang Jum’at ini !

Saya berharap kawan-kawan HR dan kawan-kawan Malaysia tercinta saya dapat mengambil peran untuk melakukan perubahan atas schedule ini. Apalagi ini sudah terjadi selama bertahun-tahun. Saya bukanlah Muslim yang fanatik, tapi jika ada aqidah Islam yang dilanggar, maka saya akan ikut berdiri menentangnya. (kalau nama saya dimasukkan pada satu kumpulan dalam senarai nama dari HR itu, Insya Allah saya adalah orang pertama yang akan MELAWAN dan TIDAK MEMATUHI schedule itu!)

Setiap orang akan diminta pertanggungjawabannya kelak di akhirat. Saya tidak ingin ditanya nanti apa usaha yang sudah saya dilakukan untuk mencegah pengaturan sembahyang Jum’at secara bergilir di kilang JHT ini dan saya takut tidak bisa menjawabnya. Email himbauan ini adalah usaha kecil saya untuk merubahnya, paling tidak itulah yang akan saya sampaikan kelak. Malaikat di kanan dan kiri saya saat ini sedang mencatat usaha saya. Ya Allah, ampuni hambaMu yang lemah dan dhoif ini, karena sungguh ini adalah selemah-lemah usaha yang bisa hamba lakukan.

Sebagai tambahan, saya menemukan satu link menarik bagaimana Kelantan menerapkan hukum Islam yang keras mengenai sembahyang Jum’at:

http://thestar.com.my/news/story.asp?file=/2006/4/27/nation/14074076&sec=nation

Rupanya ada pihak yang meneruskan email ini ke Management. Entah siapa dan dengan maksud apa. Namun yang pasti tadi pagi aku dipanggil meeting oleh General Manager, Senior Operation Manager dan Operation Director. Mereka mempertanyakan motivasiku menulis email yang dikatakan mempengaruhi karyawan lain untuk tidak mematuhi aturan perusahaan. Mereka tidak menginginkan hal yang berkaitan dengan agama masuk mempengaruhi keputusan-keputusan yang dibuat perusahaan. Dan mereka juga mengatakan secara implisit bahwa emailku itu ‘mendapat perhatian’ dari Headquarters dan mereka tidak suka serta kemungkinan akan mengambil tindakan atasku jika aku bersikeras untuk mengembangkan persoalan ini lebih lanjut.

Ada pertentangan batin di diriku saat ini. Membawa persoalan ini berlanjut dengan resiko berat (penyingkiran atau pemecatan dari perusahaan) atau menganggap tidak ada masalah sehingga aku akan aman (karena toh sebenarnya aku tidak termasuk pada pengelompokan giliran sembahyang itu). Namun bagaimana dengan teman-teman laki-laki muslim yang terkena dampak pengaturan itu? Tidakkah mereka harus dibela? Bukankah aku punya amanah jabatan untuk menyuarakan itu ke Managemen? Apa yang harus aku lakukan?

Posted in Challenge, Religion | 3 Comments

Kembali Ke Shift Pagi

Confirm, aku kembali ke shift pagi! Tadi David sudah memberitahukan agar mulai Rabu 09/April besok aku menangani tim Produksi pagi. Tim malam untuk selanjutnya akan secara penuh ditangani KH Tan, yang malam ini telah mulai kembali bekerja sekembali dari cuti panjangnya.

Setelah 4 bulan penuh dan berturut-turut bekerja di malam hari, jelas perlu sedikit adaptasi lagi dengan suasana yang baru. Semoga tidak ada masalah.

Dan seiring dengan itu rumour gerbong mutasi pun bergerak dengan cepat. Gedung baru di sebelah hampir selesai, iSanyo segera beroperasi, dan orang-orangnya mulai dipilih dari yang ada sekarang. Ada yang senang, ada yang pasrah dan ada juga yang khawatir.

Posted in Organization, Plan, Schedule | Leave a comment

Nilai Positif Kesalahan

Kesalahan tak pernah diundang datang dalam hidup. Ia adalah pilihan yang mengarah pada konsekwensi negatif. Banyak orang menganggap kesalahan adalah buruk, harus dihindari sedapat mungkin, dan tak ada hal baik yang dapat diambil darinya. Di masyarakat kitapun demikian, ada kecenderungan menghukum diri sendiri atau orang lain bila sebuah kesalahan terjadi.

Akibatnya adalah orang cenderung takut berbuat salah sehingga mereka berhenti melakukan inovasi, mengambil resiko atau membuat inisiatif. Anak-anak cenderung bergantung pada orang tua untuk banyak hal, pekerja ingin selalu ditunjukkan apa yang harus dikerjakan, hanya agar terhindar dari berbuat salah.

Padahal di sisi lain, organisasi atau perusahaan ingin agar orang/karyawannya kreatif dan bergairah, berani mengungkapkan ide, dan melakukan inovasi. Nilai-nilai ini dapat dikembangkan melalui pemikiran positif (bukan lembek) atas kesalahan yang terjadi. Bagaimana caranya?

Belajar dari kesalahan itu. Lakukan introspeksi. “Aku belajar nilai-nilai berharga tentang diriku dan akan memperbaiki diri dari kesalahan ini.” “Aku salah pilih, tapi aku bukan orang jahat.” Percayai bahwa ada nilai positif atas kesalahan dimana ia menjadi kesempatan untuk belajar akan suatu nilai.

Kesalahan, jika disikapi secara benar, adalah langkah berharga menuju kesuksesan.

PS: Terinspirasi dari sebuah tulisan pengembangan pemikiran di MyPaper pertengahan Maret lalu.

Posted in Ideas, Opinion | Leave a comment

Another Boring Week

Schedule Produksi untuk minggu ini akan masih tetap dalam posisi sama seperti minggu lalu. Tidak banyak produk yang jalan dan dengan jumlah yang juga tidak banyak. It will only up to maximum 8 SMT lines will run in daily basis. No upsize info so far, just a prediction that the production schedule may higher next month, that’s it!

Di level Management tertinggi, ada rumor bahwa Motorola Singapore (divisi Cellular Phone) akan ditutup! Belum ada info pasti, tapi jelas akan berpengaruh pada JHT. Memang sudah termasuk dalam rencana jangka menengah perusahaan untuk melepaskan Motorola, sehingga langkah-langkah antisipasi sudah diambil. Beberapa rencana sudah disampaikan ini dan itu, but it certainly not a plan you can really trust. Everything can be change in JHT in the very last minutes.

So, it still a boring week to walk through. Hmmm…

Posted in Rumours, Schedule | Leave a comment

Ke Shift Pagi?

Halah… baru saja ditulis kalau aku mulai nyaman dengan jam kerja malam baruku, eh akan ada perubahan baru lagi.

Sabtu pagi lalu David Ho berkata bahwa aku akan ditarik ke shift pagi. Waktu yang tepat akan diberitahukan setelah KH Tan kembali dari cuti panjangnya. Perubahan ini dilakukan karena ada rencana menempatkan CS Lee menangani Assembly line yang ditinggalkan KL Lim untuk menangani produk baru iSanyo. Jadi nantinya aku akan menangani semua produk yang berbasis SMT sampai ke proses akhirnya.

Mama Ani pasti senang mendengar kabar ini! Karena ia yang paling sering meminta agar aku bertukar shift kerja. “Bosan lihat Papa jadi kalong terus!” katanya, hehehehe…

Posted in Plan, Schedule | 1 Comment

Bosan, Low Order

Malam ini Produksi kembali hanya akan menjalankan 5 SMT line saja. Ya, hanya 5 saja! Fiuuuh… betapa tidak ada tantangannya. Itupun produk-produk yang sudah stabil jalannya.

Motorola masih belum ada order baru. Sepertinya sampai minggu depan. Demikian juga untuk customer yang lain. Standar saja jumlah ordernya. Sudah aku periksa juga jadwal pengiriman, ah… sampai 9 April sudah OK semua

Mau bikin apa ya, malam ini?

Posted in Uncategorized | 1 Comment

Dengan Jam Kerja Baru

Dua minggu terakhir aku atur waktu bekerjaku di kilang dari jam 12 malam sampai ke jam 12 siang, seperti rencana ini. Ini terasa leluasa bagiku dimana aku tidak terlalu penat bekerja, bisa mengikuti operasional meeting pagi dan bahkan jika tidak ada masalah berarti di Produksi, aku bisa pulang lebih awal!

Sepulang kerja aku sampai di apartemen bersamaan dengan waktu makan siang. Tak lama kemudian disusul dengan masuknya waktu shalat Dzuhur. Saat jam kerja masih 9 to 9, kedua kegiatan ini aku lakukan dalam kondisi tubuh dan konsentrasi yang setengah ‘melayang’ karena capek dan mengantuk. Sekarang tidak lagi, tubuh dan konsentrasi masih cukup kuat dan sepenuhnya sadar.

Selanjutnya tidur juga cukup. Sesi pertama dari jam 2 sampai jam 6 petang. Kemudian bangun untuk shalat Ashar sampai nanti waktu Magrib dan Isya, dimana aku isi dengan bercengkrama dengan anak dan istri serta juga makan malam. Jika terasa masih kurang istirahatnya, ada sesi tidur ke-dua jam 9 sampai 11 malam. Baru kemudian nantinya berangkat kerja jam 12.

Dengan jam kerja yang baru, aku mulai cukup nyaman dalam mengatur waktu. Porsi waktu untuk bekerja, beristirahat dan bersama keluarga terpenuhi cukup baik. Tidak ada yang terkorbankan seperti kondisi sebelumnya.

Posted in Break Time, Schedule | 4 Comments

Libur Akhir Minggu Ini

Di Indonesia akhir minggu ini libur 4 hari: Kamis 20/Maret Maulid Nabi Muhammad SAW, Jum’at 21/Maret Paskah (Good Friday), Sabtu 22/Maret dan Minggu 23/Maret libur akhir minggu seperti biasa. Waaah… barangkali salah satu libur terpanjang di akhir minggu untuk tahun ini! Bisa dimanfaatkan untuk banyak hal dan rencana tuh… Anda sudah menyusun rencana? Ayo dilakukan… mumpung libur nih!

Bagaimana di Malaysia dan Singapore? Tidak bisa sepanjang itu.

Hari Kamis memang libur di Malaysia, tetapi Jum’at-nya tidak. Secara Malaysia memang dominan muslim dan tidak merayakan Paskah, jadinya Jum’at kejepit deh, hehehe… Bagi yang kerja/sekolah/kuliah, ya tetap harus masuk. Tidak bisa libur panjang. Kecuali mengambil/mengajukan cuti ;)

Lain halnya Singapore yang sedikit lebih ‘beruntung’. Hari Kamis bukan hari libur di sana. Maklum saja, umat Islam bukanlah mayoritas sehingga Maulid Nabi Muhammad SAW tidak dipandang penting untuk dijadikan hari libur. Tetapi Jum’at-nya mereka liburkan untuk Good Friday dan dilanjutkan dengan weekend Sabtu Minggu. Lumayan libur 3 hari berturut-turut.

Nah sekarang bagaimana dengan kalender kerja di Jurong HiTech tempatku bekerja ini? Halah, payah! Tidak ada liburnya, saudara-saudara! Ya, sama sekali tidak ada liburnya bulan Maret ini menurut kalender kerja perusahaan. Libur terdekat baru ada pada 8/April nanti, mengikuti ketetapan Sultan Johor yang merayakan ulang tahunnya hari itu.

Jadi bagaimana aku bisa ke Batam Jum’at pagi ini untuk menjadi ATS di Training ESQ Prof-26 Batam? Ambil cuti tentunya :)

Posted in Holiday, Schedule | 1 Comment

Antara Nge-blog dan Bekerja

Pilih mana? Bagiku ya tentunya prioritas utama tetap pada pekerjaan dong! Kalau gara-gara kerajinan nge-blog sampai membuat pekerjaanku di perusahaan terbengkalai, performaku dinilai menurun, atau mungkin saja mengancam kepulan asap dapur, tentu aku sama sekali tidak menghendakinya. Bagaimanapun menulis blog bagiku masihlah di level hobi, yang kuakui addicted banget memang… :)

Tapi kalau keinginan nge-blog begitu kuat dan waktu yang dimiliki tidak banyak, lalu bagaimana? Ya aku tunda dulu nge-blog dan memfokuskan diri pada pekerjaan. Ide-ide tulisan yang ada untuk sementara disimpan dulu. Atau paling tidak dibuatkan draft-nya saja untuk nanti diperbaiki. Itupun off-line. Kalau bisa on-line, aku cenderung untuk sekalian di-publish saja, yang jika nanti perlu diperbaiki, ya nanti diperbaiki.

Sekarang ketemu kan jawabannya kenapa seminggu (bahkan untuk blog ini 10 hari lebih) aku tidak posting apa-apa? Harap maklum ya… :)

Posted in Blog | 5 Comments